|
 |
 |
PERESMIAN GEDUNG PUSPA IPTEK - 11 Mei 2002 KOTA BARU PARAHYANGAN
- Bertepatan dengan momen Hari Pendidikan Nasional, hari ini, genap satu tahun pelaksanaannya, Gedung Puspa Iptek siap untuk beroperasi sebagai obyek pendidikan non formal yang interaktif. Keberadaan Gedung Puspa Iptek , merupakan upaya penting bagi perwujudan Kota Baru Parahyangan sebagai Kota Mandiri yang berwawasan Pendidikan.
- Kota Baru Parahyangan mempunyai Visi menjadi Kota Mandiri Berwawasan Pendidikan yang dapat memberikan kesejahteraan kepada para penghuninya serta turut serta dalam mendukung perkembangan wilayah Padalarang .
- Kota Baru Parahyangan mengemban Tiga Misi Utama, yaitu : Misi Pendidikan, Misi Penggalian Budaya Sunda dan Misi Kompetisi Global.
- Misi Pertama adalah Misi Pendidikan, yang merupakan urat nadi proyek ini, pengembangan institusi formal mulai dari Taman Kanak-kanak hingga Universitas akan didukung oleh pengembangan sarana Pendidikan Non Formal yang tersebar diseantero proyek ini. Mengapa Misi pendidikan ini kami kedepankan, adalah dua pertimbangan utama yang melandasinya, yaitu:
- Pertama, Pendidikan merupakan salah satu faktor terpenting dalam perkembangan kehidupan manusia, manusia memerlukan suatu proses pendidikan didalam memenuhi kebutuhan hidupnya untuk dapat berkembang dan hidup lebih sejahtera.
- Kedua, Pendidikan juga menentukan keberhasilan suatu bangsa dan negara, dimana perlu sekali pembinaan terhadap perkembangan pendidikan untuk menjadikan Sumber Daya Manusia suatu bangsa dan negara tersebut dapat berkompetisi pada era globalisasi kini dan mendatang.
Pada hari ini pula, kami laporkan bahwa saat ini telah beroperasi tiga institusi sekolah, yaitu Sekolah Al Azhar, Bale Seni Barli dan Sekolah St. Aloysius.
- Misi Kedua adalah Penggalian Budaya Sunda
Pada tahun 1996, bersama Grup Kota Kembang yang dimotori oleh Alm. Bp Haryoto Kunto, kami melakukan studi mengenai Sosial Budaya Daerah Padalarng dan sekitarnya; sejak awal perencanaan kami mencoba menggagas hal ini mengingat sedikit sekali perhatian penggalian terhadap budaya setempat. Dilandasi hal tersebut kami berusaha mengembangkan unsur-unsur budaya Sunda mulai dari penamaan proyek, jalan, hunian maupun tipologi bangunan dan penataan lingkungannya. Salah satu yang telah diterapkan adalah pengembangan tatar Wangsakerta sebagai hunian tahap pertama dan dalam waktu dekat ini kami akan memulai pembangunan Bale Pare, suatu kawasan wisata belanja sekaligus wisata pendidikan terpadu dipinggir sawah dengan mengedepankan arsitektur tradisional. Selain hal tersebut, kami juga mendorong apresiasi seni Sunda, seperti yang kita saksikan bersama di acara hari ini. Untuk itu kami ucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Alm. Bapak Haryoto Kunto atas sumbangan pikirannya kepada kami serta kepada Ibu Etty Haryoto Kunto yang berkenan hadir dalam acara ini.
- Misi Ketiga adalah misi kompetisi global; yang mana kami memulainya dengan pengembangan suatu kawasan terpadu yang kami sebut sebagai ‘International Park’, dimana kawasan tersebut akan menampung fungsi perkotaan yang ditujukan untuk menarik investasi asing ke Kabupaten Bandung dan Propinsi Jawa Barat. Bale Pare adalah proyek pertama yang sedang dimulai pembangunannya. Saat ini persaingan global sudah dimulai, kami sangat ‘concern’ terhadap kesiapan SDM kita menghadapi hal tersebut. Untuk itu, pada kesempatan ini juga kami meluncurkan suatu Program Peduli Pendidikan, yaitu melalui penyaluran 21 paket perpustakaan kepada 21 institusi sekolah, Pondok Pesantren dan Madrasah; selain itu kami memberikan kurang lebih 250 paket bea siswa bagi para siswa yang kurang mampu disekitar lokasi Kota Baru Parahyangan.
Kami harapkan Program Peduli Pendidikan ini dapat berdaya guna dan berhasil guna untuk kemajuan pendidikan dan juga mempersiapkan SDM Indonesia di era masa depan.
- Gedung Puspa Iptek ini, yang menopang fungsi Jam Matahari; secara konseptual merupakan tatanan terpadu dengan Gerbang Bumi & 12 Bulan; sehingga ketiga tatanan tersebut merupakan refleksi konstelasi Matahari – Bumi – Bulan. Di gerbang terdapat replika Bumi dari Batu Utuh berdiameter 2 M dengan bobot hampir 12 Ton yang diambil dari daerah sekitar Padalarang. Batu bulat tersebut dikelilingi oleh 12 tiang yang melambangkan 12 bulan, dimana pada masing-masing tiangnya terdapat ragam hias kalender tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara; ragam hias tersebut saat ini akan dimulai pekerjaannya. Sedangkan Gedung Puspa Iptek ini mempunyai Elemen Jam Matahari yang berada pada puncaknya sepanjang 30 M, yang mana Jarum tersebut merefleksikan bayangan ke bidang horisontal dan vertikal guna menunjukkan Jam berdasarkan pergeseran matahari.
Kami laporkan data-data umum Gedung Puspa Iptek sebagai berikut : 1. Luas Lahan : 7.850 M2 2. Luas Bangunan + pendukungnya : 2.000 M2 3. Luas Taman Berundak : 3.300 M2 4. Bidang Refleksi Horisontal : 2.785 M2 5. Bidang Refleksi Vertikal : 50 M2 6. Panjang Jarum ( Gnomon ) : 30 M 7. Ketinggian Jarum ( Gnomon ) : 15 M 8. Jumlah Alat Peraga : 25 unit 9. Total Biaya (diluar alat peraga) : 3,5 Milyard
- Kota Baru Parahyangan mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Menteri Negara Riset Dan Teknologi Republik Indonesia beserta segenap jajarannya, atas bantuan Alat-alat Peraga yang turut mengisi Gedung Puspa Iptek ini sehingga bermanfaat bagi perkembangan Pendidikan Iptek untuk masyarakat luas, selain itu kami juga sangat berbangga atas dipilihnya Gedung Puspa Iptek Kota Baru Parahyangan sebagai Simbol Puspa Iptek Nasional.
- Kota Baru Parahyangan mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Negara Riset Dan Teknologi atas dipilihnya moment peresmian Gedung Puspa Iptek ini sebagai tempat ditanda-tanganinya MOU Program Wisata Iptek yang merupakan kerjasama antara Mendiknas dan Menegristek.
- Museum Rekor Indonesia telah memilih Kota Baru Parahyangan sebagai tempat kedua MURI di Indonesia – yang akan dibangun dalam waktu dekat, kami ucapkan terimakasih kepada Bapak DR. Jaya Suprana sebagai Ketua Umum MURI atas kepercayaannya. Dan tidak lupa juga kami ucapkan terimakasih atas pemberian Rekor Pertama yang dibuat di Kota Baru Parahyangan pada Hari Kartini 21 April 2002 untuk kategori Lukisan 100 M, oleh 100 Pelukis Wanita, dalam waktu 100 Menit; kami informasikan bahwa lukisan tersebut saat ini dipamerkan kembali di hadapan Para Undangan yang terhormat. Selain itu Gedung Puspa Iptek dengan Jam Mataharinya sungguh menjadi obyek istimewa hari ini, karena Jam Matahari tersebut mendapatkan dua Rekor dari MURI pada hari ini untuk Kategori Jam Matahari Terbesar di Indonesia dan Jam Matahari Vertikal dan Horisontal Pertama di Indonesia.
|
|
 |